Kuliner khas Solo – Haii !! Para sahabat kuliner dan travelling dimana kalian berada, nah buat kamu yang mau berpergian dan berlibur ke solo, nama lain dari kota solo adalah kota surakarta yang merupakan kota ” Kecil ” yang berada di jawa tengah. Dan bagi anda yang suka nguliner dan travelling nih saya akan memberitahukan dan anda wajib mencobanya pasti rasanya bikin anda ketagihan.
Ternyata banyak sekali tempat wisata kuliner yang ada di daerah solo. Disini saya merangkum 10 tempat wisata kuliner makanan yang enak yang akan anda coba jika anda berlibur dan berkunjung ke Solo Jawa Tengah, soal rasa makanan enak itu relatif , banyak yang bilang enak dan juga ada yang bilang kurang enak juga semua itu tergantung lidah yang menikmati saja, jadi jangan ragu untuk mengunjungi tempat wisata kuliner di solo karna banyak sekali makanan khas yang akan anda kunjungi dan akan mencobanya, pasti ngga nyesel deh jika anda berkunjung ke Solo
10 Khas Makanan Solo Di Antara Lain Adalah :
Warung Pecel Solo
Tempat wisata kuliner yang pertama yaitu Warung Pecel Solo atau yang sering kita kenal adalah Warung Ndeso Resto, warung ini sangat terkenal di solo karna makanan ini masih disajikan dengan cara tradisional. Aneka kuliner yang satu ini. Warung Pecel Solo ini berada di jalan Dr. Soepomo No. 55 Mangkubumen Solo. Dan warung pecel solo ini sehari buka dalam 2 kali pada pukul 08.00 – 16.00 dan 18.00 – 22.00
Banyak berbagai macam menu sendiri, dan juga ada yang spesial dalam warung ndeso ini yaitu ada nasi merah dicampur dengan daun bayam, daun kenikir, daun pepaya dan masih banyak lagi dan dicampur dengan sambal pecel yang terasa sangat manis dan pedas. Apakah anda tertarik dengan warung pecel solo ini? Jika iya langsung datang aja ke tempat warung pecel solo ini
Baca juga : Nasi Pecel Blitar Khas Ala Narasi Nasi
Soto Gading Solo
Sambal Tumpang Pecel Bu Kis
Cambuk Rambak Solo
Cambuk rambak solo ini juga sangat cocok untuk menjadi menu pertama sarapan kita, dan bisa untuk mengganjal dan menahan rasa lapar pada saat malam hari.
Tahok Pak Citro Pasar Gedhe
Tahok ini memang tidak jauh berbeda dengan tahu putih, tahu ini berwarna putih dan mempunyai tekstur yang lembut.
Sate Buntel Mbok Galak
Sate Buntel Mbok Galak merupakan kuliner yang cukup terkenal di solo, sate yang terdiri dari daging kambing cincang yang di buntel atau di bungkus dengan lemak kambing
Sate ini dibakar layaknya sate biasanya, biasanya sate buntel mbok galak ini menyediakan berbagai macam menu olahan kambing lainnya. Setiap hari buka jam 6 hingga jam 4 sore, dan kamu bisa menemuinya di Jalan Mangun Sarkoro No. 122 Banyuanyar
Es Gempol Pleret Pak Suhar
Es Gempol Pleret Pak Suhar ini terbuat dari tepung beras yang dipapatkan dan di bentuk bulat pipih, sedangkan pleret terbuat dari adonan beras dan gula jawa, keduanya di campur dengan santan cair dan es batu, dan semacam saus yang terbuat dari gula jawa dan gula pasir. Meskipun penjajal pleret tak sebanyak yang dulu yang menjual nya, tetapi kamu juga bisa mencoba di Jalan Dr. Wahidin yang tepatnya di dekat samping Masjid Tegalsari Solo. Warung ini buka jam 10 hingga ja 4 sore dan banyak sekali dan ramai orang yang membelinya.
Sate Kere Yu Rebi
Wedangan Pendhopo
Umumnya,Wedangan Pendhopo tak hanya terkenal dengan makananya,tetapi juga tata ruang yang unik,menarik dan klasik, di setiap sudut di hiasi dengan pernak pernik yang sangat indah karna untuk mempernarik pembeli dan pernak pernik itu juga mempunya nilai sangat tinggi Dan cocoknya dengan bersantai dan menikmati secangkir jahe panas dan makanan tradisionalEs Dawet Telasih Di Pasar Gedhe
Dawet Telasih Bu Dermi ini terdiri dari beberapa : bubur sumsum, bubur ketan hitam, cendol, tape ketan, dan biji telasih. Minuman ini tanpa ada bahan pengawet dan tanpa pemanis buatan. Untuk mewarnai cendol, cara tradisional yakni menggunakan daun suji yang masih dipertahankan. Sementara pemanisnya menggunakan gula asli bukan dari pemanis buatan. Berbeda dengan minuman dawet atau cendol lainnya, dawet telasih didominasi warna putih bukan cokelat. Minuman ini juga menggunakan santan yang encer dan santan yang kental.












