in

Seni lukis sketsa , sederhana namun memiliki nilai jual tinggi

Seni lukis atau gambar sketsa wajah sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga. Salah satu karya seni ini memang tidak bisa di tekuni oleh sembarangan orang. Butuh skill dan kemampuan khusus untuk bisa melahirkan sebuah karya yang unik dan bernilai jual tinggi.

Peni Aditiya (21) , memang menyukai dunia menggambar dan melukis. Untuk mengasah kemampuannya, ia bergabung di sanggar seni yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Tepatnya di  sanggar Matahari. Disanalah ia semakin mahir dalam bidang seni lukis. Tidak hanya itu, gadis yang tengah menempuh semester akhir jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini menuangkan hobinya dalam berbagai bentuk karya seni. Mulai dari sketsa wajah , doodle art, cangkir atau mug custom dan masih banyak lagi. Dan tanpa  ia sangka ternyata banyak yang berminat dengan hasil karyanya. Sejak saat itu, Peni membuka usaha ini. Tepatnya pada awal 2016.

“ Awal mula saya menyukai seni lukis adalah sejak duduk di bangku  SMA, namun saya benar-benar menekuninya setelah lulus SMA tepatnya pada seni sketsa wajah. Kalau dulu saya lebih suka melukis pemandangan menggunakan media kanvas. Sekarang lebih fokus pada sketsa wajah”

Peni Aditiya atau kerap disapa Peni merupakan dara asal Kabupaten Tulungagung. Ia memang mahir melukis dan menggambar. Namun untuk saat ini, Peni lebih cenderung menekuni seni gambar sketsa wajah dan karikatur yang cara pembuatannya cukup menggunakan media kertas dan pensil.

http://Dokumen%20pribadi

Namun, tidak hanya itu. Selain hobi, terdapat satu faktor yang mendorong Peni menggeluti usaha ini.

“ Semua ini berawal dari hobi, kemudian saya tertarik melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri jurusan seni, namun saya tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi. Akhirnya saya tekuni secara otodidak” Jelasnya.

Keinginan Peni untuk melanjutkan kuliah jurusan seni di kampus impian yang belum tersampaian tidak membuatnya putus asa begitu saja. Justru mendorongnya untuk terus berkarya dengan jalan lain yang justru mendatangkan rezeki dan peluang usaha. Bukan malah menyurutkan semangat Peni dalam berkarya, justru sebaliknya. Kini Peni mampu menerima pesanan mulai dari satuan bahkan puluhan permintaan konsumen dengan jenis karya yang berbeda-beda. Mulai dari sketsa wajah wajah, doodle art dan lain sebagainya.

Untuk lukisan sketsa wajah wajah biasanya Peni memasang bandrol kisaran 85.000 rupiah dengan ukuran 10 Rs, sedangkan untuk ukuran 12 Rs ia mematok harga 145.000 rupiah dan keduanya dilengkapi dengan frame atau pigora. Namun disesuaikan dengan ukuran pemesanan dan tingkat kesulitan. Meskipun begitu, harga yang dipasarkan cukup terjangkau dari biasanya. Akan tetapi khualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Untuk sampai pada titik ini, berbagai usaha dilalui Peni untuk mengasah kemampuannya. Selain belajar di sanggar ia juga belajar secara otodidak. Mulai dari berlatih secara terus menerus, menggali karakter yang ia miliki hingga coba-coba menggunakan foto teman-temannya dalam mengasah keterampilannya pada seni menggambar sketsa wajah.

“Awal mulanya saya melatih kemampuan dengan latihan terus menerus, secara drill. Coba-coba dengan foto teman. Menggali karakter kita. Pokok sebelum ada yang order sama sekali yang terpenting mau mencoba terus”

Peni menjelaskan Selama menggeluti usaha yang ia tekuni banyak suka duka yang dilalui. Mulai dari suka karena bahagia bisa menuangkan hobi menjadi karya yang digemari banyak orang.

“ Dalam menjalani usaha ini kebanyakan sukanya sih, karena enjoy melakukan hal yang kita sukai. Sedangkan untuk dukanya. Hampir tidak ada. Cuma tanggung jawabnya kalau hasil karya kurang maksimal, misal bentuk sketsa wajah wajah kurang mirip dengan gambar asli menjadi beban mental tersendiri ke konsumen. Karena saya ingin selalu memberikan yang terbaik”

Disela-sela ia merampungkan tugas akhir kuliah atau skripsi. Peni tetap menerima pesanan dari konsumen. Untuk mempromosikan karyanya ia memanfaatkan sosial media seperti wastapp, facebook dan instagram. Ia beri label @corat_coret di akun instagramnya. Meski begitu, Peni juga tidak sedikit menerima pesanan dari via ofline. Kebanyakan mereka adalah teman atau kerabat dari sahabat Peni atau Mouth to Mouth (dari mulut ke mulut).

Selain itu, label yang diberikan Peni untuk karya-karyanya memiliki makna dan cerita tersendiri. Maksud corat-coret di sini adalah berawal dari ia yang belum bisa sama sekali melukis maupun menggambar, hingga timbul rasa penasaran ingin mencobanya dan akhirnya menjadikan hobi dan menyukai dunia seni rupa. Meskipun awalnya ragu karena tidak memiliki keahlian satupun dan tidak memiliki garis keturunan yang terjun di bidang seni terbukti Peni mampu melahirkan karya yang bernilai seni tinggi. Dan hasil iseng corat-coretnya membuahkan karya.

Peni berpesan, untuk dapat menekuni hal yang diinginkan tidak perlu di dasari dengan keraguan. Harus terus optimis dan pantang menyerah. 

“Sebenarnya, selain bakat bisa di bawa sejak lahir bakat juga dapat diasah. Skill itu bisa dicari dan diasah asal ditekuni dengan kesungguhan” Jelasnya.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Newbie

Written by Karina Zujajah

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

4 Kuliner khas Jawa timur bercita rasa Super pedas dan nikmat

Sate Kambing Pak Eko Satak