• Agrikultur
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Budidaya
    • Perikanan
  • Arsitektur
  • Desain
    • Desain Produk
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain Interior
  • Gaya Hidup
    • Perawatan Diri
    • Wisata
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Fashion
  • Multimedia
    • Animasi
    • Periklanan
    • Musik
    • Film
    • Fotografi
    • Videografi
    • Penerbitan
    • Televisi & Radio
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni Pertunjukan
    • Kerajinan
  • Pendidikan
  • Teknologi
    • Permainan
    • Otomotif
    • Aplikasi
  • UMKM
  • Bisnis
  • Web Ini Dijual
No Result
View All Result
rekreartive
  • Agrikultur
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Budidaya
    • Perikanan
  • Arsitektur
  • Desain
    • Desain Produk
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain Interior
  • Gaya Hidup
    • Perawatan Diri
    • Wisata
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Fashion
  • Multimedia
    • Animasi
    • Periklanan
    • Musik
    • Film
    • Fotografi
    • Videografi
    • Penerbitan
    • Televisi & Radio
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni Pertunjukan
    • Kerajinan
  • Pendidikan
  • Teknologi
    • Permainan
    • Otomotif
    • Aplikasi
  • UMKM
  • Bisnis
  • Web Ini Dijual
  • Agrikultur
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Budidaya
    • Perikanan
  • Arsitektur
  • Desain
    • Desain Produk
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain Interior
  • Gaya Hidup
    • Perawatan Diri
    • Wisata
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Fashion
  • Multimedia
    • Animasi
    • Periklanan
    • Musik
    • Film
    • Fotografi
    • Videografi
    • Penerbitan
    • Televisi & Radio
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni Pertunjukan
    • Kerajinan
  • Pendidikan
  • Teknologi
    • Permainan
    • Otomotif
    • Aplikasi
  • UMKM
  • Bisnis
  • Web Ini Dijual
No Result
View All Result
rekreartive
No Result
View All Result

Mengurangi Penggunaan Pestisida dengan Nanopartikel

rys by rys
Desember 25, 2020
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
0

Baca Lainnya

Industri Kreatif Indonesia Keberagaman Kreativitas Nusantara

Industri Kreatif Indonesia Keberagaman Kreativitas Nusantara

September 30, 2024

Kerajinan Cangkang Kerang Cilacap Menjanjikan di Pasar Ekspor

Juni 7, 2024
Para peneliti di Adolphe Merkle Institute dan Departemen Biologi di University of Fribourg telah menemukan bagaimana nanopartikel silika tertentu dapat mengatasi patogen tanaman dengat sangat efisien, mudah terurai dan tanpa jejak.
Salah satu tantangan terbesar di sektor pertanian adalah penggunaan ekstensif pupuk dan pestisida. Belum lagi banyak produk yang dilarang dan dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan, sehingga ada kebutuhan untuk menggantikannya. Salah satu pendekatannya adalah dengan menstimulus respon imun tanaman terhadap serangan patogen. Contohnya dengan Silicic acid, bahan ini diketahui dapat memicu respons imun pada tanaman, dan nanopartikel amorphous silica dapat melepaskan zat ini dalam jumlah kecil. Nanopartikel ini dapat kita temukan pada tanaman pangan seperti sereal. Selain itu ia juga termasuk food grade silica (SiO2), atau dikenal E551 pada label dan kemasan, serta banyak digunakan di berbagai produk seperti garam meja, pil, atau bubuk protein untuk menghindari penggumpalan.

Meningkatkan resistensi

Dari ide tersebut, para peneliti di Fribourg berusaha menciptakan agrokimia nano yang aman bagi lingkungan untuk pengiriman silicic acid dalam merangsang pertahanan tanaman. Mereka mensintesis nanopartikel silika dengan sifat yang mirip seperti yang ditemukan pada tumbuhan. Untuk menguji efisiensinya, mereka menguji nanopartikel pada Arabidopsis thaliana (thale cress) yang terinfeksi bakteri Pseudomonas syringae.
Hasilnya menunjukkan bahwa nanopartikel mereka dapat meningkatkan resistensi terhadap bakteri dengan merangsang hormon pertahanan tanaman. Peneliti juga menyelidiki interaksi nanopartikel dengan daun tanaman. Mereka mampu menunjukkan bahwa serapan dan aksi partikel nano terjadi melalui pori-pori daun (stomata) tempat tanaman bernafas. Nanopartikel ini tidak menyebar lebih jauh di dalam tanaman, dan ia dapat terurai tanpa meninggalkan jejak di air. Hal tersebut menjadi pertimbangan penting untuk keamanan lingkungan dan pangan. Dibandingkan dengan free silicic acid, yang biasa dipakai untuk melindungi tanaman, nanopartikel silika menimbulkan lebih sedikit stres pada tanaman dan mikroorganisme tanah lainnya karena pelepasan silicic acid yang lambat.

Inovasi

Penelitian di masa depan dapat memperluas penyelidikan pada patogen tanaman lain seperti bakteri, serangga, atau virus. Mereka menekankan sebelum pengunaan nanopartikel sebagai nano-biostimulan dan pupuk, analisis menyeluruh diperlukan untuk menilai kemungkinan dampak jangka panjang nanopartikel silika di lingkungan.
Post Views: 833
Previous Post

Penyebab-penyebab Dinosaurus Punah

Next Post

85 Persen Populasi Manusia Bernapas Lewat Satu Lubang Hidung

rys

rys

Hello, I’m a writer, and I’ve been writing since 2014. For me, writing is a way to learn, grow, and share insights with others. With expertise in content creation, SEO, and digital media, I dive deep into new topics, making learning accessible and engaging for all."They say men aren’t supposed to tell stories, but writing is still allowed, right...?"

Related Posts

Industri Kreatif Indonesia Keberagaman Kreativitas Nusantara
Uncategorized

Industri Kreatif Indonesia Keberagaman Kreativitas Nusantara

September 30, 2024
Kerajinan

Kerajinan Cangkang Kerang Cilacap Menjanjikan di Pasar Ekspor

Juni 7, 2024
Apakah Indonesia termasuk Negara yang kreatif?
Kerajinan

Apakah Indonesia termasuk Negara yang kreatif?

Mei 31, 2024
Seni Optik Adalah Pandangan tentang Karya Seni yang Memukau
Uncategorized

Seni Optik Adalah : Pandangan tentang Karya Seni yang Memukau

Maret 16, 2023
Kreatifitas Menghasilkan Kerajinan Tema Air yang Menakjubkan
Kerajinan

kreatifitas Menghasilkan Kerajinan Tema Air yang Menakjubkan

Februari 22, 2023
Uncategorized

Cara Membuat Privacy Policy Blog

Maret 20, 2021
Next Post
85 Persen Populasi Manusia Bernapas Lewat Satu Lubang Hidung

85 Persen Populasi Manusia Bernapas Lewat Satu Lubang Hidung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

rekreartive

© 2020 Rekrearive -Media Kreatif To Inform Educate & Persuade

Navigate Site

  • About Us
  • Term Of Services
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Website ini dijual

Follow Us

No Result
View All Result
  • Agrikultur
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Budidaya
    • Perikanan
  • Arsitektur
  • Desain
    • Desain Produk
    • Desain Komunikasi Visual
    • Desain Interior
  • Gaya Hidup
    • Perawatan Diri
    • Wisata
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Fashion
  • Multimedia
    • Animasi
    • Periklanan
    • Musik
    • Film
    • Fotografi
    • Videografi
    • Penerbitan
    • Televisi & Radio
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Seni Pertunjukan
    • Kerajinan
  • Pendidikan
  • Teknologi
    • Permainan
    • Otomotif
    • Aplikasi
  • UMKM
  • Bisnis
  • Web Ini Dijual

© 2020 Rekrearive -Media Kreatif To Inform Educate & Persuade

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In