Sejarah Perkembangan Industri Kreatif

Industri Kreatif merupakan salah satu jenis usaha yang kian hari kian melejit. Terlebih di era millenial seperti saat ini. Banyak kawula muda yang menggandrungi usaha Industri Kreatif dengan berbagai jenis kreativitasnya yang sangat unik dan menjanjikan. Bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka mampu meraih omzet terbilang besar dari melakoni usaha Industri Kreatif.
Walaupun mungkin masih samar-samar tapi usaha dalam bidang ini sangatlah menguntungkan, apalagi di zaman sekarang yang perkembangan teknologinya sangat menuntut kita untuk banyak berinovasi.

A. Sebenarnya Bagaimana Sih Sejarah Industri Kreatif Itu?

Industri kreatif merupakan sektor industrial yang berasal dari pemanfaatan kteatifitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan kreatif dan bakat yang kita miliki.

B. Jenis-Jenis Dan Sejarah industri Kreatif Di Indonesia

1. Periklanan

 

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan medium tertentu) yang meliputi kreasi,produksi dan distribusi dari iklan yang di hasilkan contohnya seperti riset pasar,perencanaan komunikasi iklan,promosi,kampaye relasi publik,tampilan iklan di media cetak (surat kabar atau majalah),elektronik (televisi dan radio),dan memasangkan berbagai postter dan gambar.

2. Arsitektur

Arsitektur adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan,perencanaan biaya kontruksi,konservasi bangunan warisanpengawasan kontruksi baik menyeluruh dari level makro (town planning,urban desgn,landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail kontruksi seperti arsitektur taman serta desain interior).

3. Pasar Barang Seni

Pasar barang seni adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli,unik dan langka serta mempunyai nilai estetika seni yang cukup tinggi melalui lelang,galeri,toko,pasar swalayan dan internet contohnya seperti: alat musik, percetakan, kerajinan, film, seni rupa dan berbagai macam lukisan.

Baca juga : Seni Tato Henna Hobi Yang Mendatangkan Rezeki

4. Kerajinan

Kerajinan sendiri dalam kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi. produksi dan distribusi yang dihasilkan oleh tenaga para pengrajin yang bermulai dari desain awal sampai dengan proses penyelesain produknya,antara lain seperti barang kerajinan dari batu berharga,serat alam maupun buatan,kulit,rotan,bambu,kayu,logam (emas,temaga,perunggu,besi,perak),kayu,kaca,porselin,kain,marmer,tanah liat,kapur,dan barang bekas.

5. Desain

Desain dalam kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi desain grafis,desain interior,desain produk,desain industri. konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

6.  Fesyen

Fesyen dalam kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi desain pakaian,desain alas kaki dan desain aksesoris mode lainnya,produksi pakaian mode dan aksesorisnya.

7.Video

Video,film dan fotografi,kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi produksi video,film,dan jasa fotografi,serta distribusi rekaman video dan film. termasuk di dalamnya penulisan skrip,dubbing film,sinematografi,sinetron,dan eksibisi film.

8. Permainan Interaktif

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi,produksi dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan,ketangkasan,dan edukasi. subsektor permainan iteraktif bukan di dominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alta pembantu pembelajaran atau edukasi.

9. Musik

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi/komposisi,pertunjukan,reproduksi,dan distribusi dari rekaman suara.

10. Seni Pertunjukan

Kegiatan Kreatif yang terkait dengan usaha pengembangan konten,produksi pertunjukan (misalnya pertunjukan balet,tarian tradisinal,musik teater,opera,termasik tur musik etnik). desain dan pembuatan busana pertunjukan,tata panggung,dan tata pencahayaan.

11. Penerbitan dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan penulisan konten dan penerbitan buku,jurnal,koran,majalah,tab loid,dan konten digitalserta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Subsektor ini juga mencakup perangko,materai,uang kertas,blanko cek,giro,surat andil,opligasi surat saham,surat berharga lainnya,passport,tiket pesawat terbang,dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto,kartu pos,formulir,poster,percetakan lukisan,dan barang cetakan lainnya.

12. Riset dan Pengembangan

Kegiatan kreatif ini berkaitan dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi,penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru,proses baru,material baru,alat baru,dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa sastra dan seni serta jasa konsultasi bisnis dan manajemen.

C. Perkembangan Sejarah Industri Kreatif di Indonesia

Pertumbuhan industri ekonomi kreatif Indonesia dinilai mampu mendorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen dalam RAPBN 2013, produk yang ada bukan hanya sekedar produk pabrikan tetapi memiliki nilai lebih dan daya beli masyarakat sudah semakin baik. Produk yang dihasilkan industri kecil dan menengah Indonesia memiliki nilai kreativitas dan inovasi yang sangat tinggi, dan itu semua bagian dari industri ekonomi kreatif, prospek industri ini ke depannya akan semakin baik terlebih dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, pemerintah sudah memberikan insentif berupa potongan harga bagi pembelian mesin untuk produksi industri tersebut, besaran potongan harganya hingga 40 persen dari harga pembelian, sehingga bisa mendorong produktifitas produksi industri ekonomi kreatif. Selain itu pemerintah juga sudah memberikan pelatihan, pendampingan dan menyediakan tenaga ahli bagi tumbuhnya industri kreatif di indonesia serta menambah sejarah industri kreatif di indonesia.

D. Sejarah Industri Kreatif dan Negara ?

Perkembangan Industri Kreatif setelah tahun 2000 meningkat cukup tajam , di dukung masuknya Industri Kreatif Teknologi,hal ini dalam kurun waktu antara tahun 2002-2006,rata-rata nilai tambah PDB industri kreatif Indonesia mencapai Rp 79.079 miliar atau 4.75 persen dari total PDB nasional. Jumlah rata-rata tenaga kerja yang terserap selama 2002-2006adalah 3.702.447 orang dengan tingkat pertumbuhan jumlah tenaga kerja pertahunnya 8.10%. Nilai ekspor industri kreatif mencapai Rp 81,4 triliun, berkontribusi sebesar 9,13 persen.Jumlah nilai ekspor Rp 45.131.947 juta, dengan pertumbuhan rata-rata13.16% pertahunnya. Sedangkan pertumbuhan perusahaan terhadap total perusahaan nasional adalah7.94, dengan pertumbuhan per tahun dari tahun 2002-2006 adalah 7.70%. Dan sektor Industrikreatif ini mencakup 14 subsektor, antara lain, arsitektur, periklanan, barang seni (lukisan, patung), kerajinan, desain, mode/fesyen, musik, permainan interaktif, seni pertunjukan, penerbitan,percetakan, layanan komputer dan perangkat lunak (software), radio dan televisi,riset dan pengembangan serta film,video,fotografi. 3 subsektor yang memberikan kontibusi sangat besar nasional dalah fashion (30%),kerajinan (25%),dan periklanan (18%).

Itulah sahabat Rekreartive beragam informasi mengenai Perkembangan Industri Kreatif, terima kasih sudah menyimak jangan lupa bagikan di sosial media milikmu terima kasih !

Exit mobile version