in

Pengrajin Harus Punya Hak Cipta Supaya Tidak Dijiplak

Gianyar – Dalam kesempatan Pameran Celuk Jewelry Festival (CJF), Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengajak para pengrajin untuk mendaftarkan hak cipta hasil karya mereka.

Ini ditegaskan karena produk-produk ekspor dari karya seni maupun kerajinan sangat rentan untuk ditiru dan dimodifikasi oleh pembelinya, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan memiliki hak cipta atas produk atau karyanya, maka ide maupun bentuk tidak akan bisa dijiplak oleh pihak lain.

“Saya yakin kita punya potensi ekspor dan potensi itu suka dijiplak di luar negeri, karena negara lain kerjaannya menjiplak,” ungkap Puspayoga di Gianyar, Bali, berdasarkan rilis yang dari Republika, Sabtu (13/8).

Puspayoga juga menambahkan bahwa ia sudah memerintahkan jajaran kementerian koperasi dan UKM untuk memfasilitasi para pengrajin asal Celuk untuk mendaftarkan hak ciptanya. Tidak ada pungutan biaya dengan proses pembuatan yang tidak memakan waktu lama yaitu satu jam.

“Saya minta buatkan hak cipta, karena sekarang sudah bisa di Kemenkop. Dulu ada di Kemenkumham, lalu sekarang enggak bayar, gratis, dan satu jam selesai. Dibuatkan hak cipta supaya orang lain tidak mendahului,” katanya menegaskan kembali.

Puspayoga kemudian menceritakan pengalamannya waktu masih menjabat sebagai wali kota Denpasar, dimana ia merasa malu saat memfasilitasi pengrajin untuk mendaftarkan hak cipta namun proses pembuatannya memakan waktu hingga enam bulan, dengan harga mencapai 4 juta rupiah.

“Sekarang sudah beda, sudah ada kemudahan,” katan Puspayoga menambahkan. Ia yakin perhiasan perak hasil karya masyarakat Celuk bisa bersaing di pasar luar negeri, karena memiliki kualitas yang bagus.

Menteri Koperasi dan UKM juga memberikan saran kepada para pengrajin perak dari Celuk ini untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan karyanya. Seperti sudah diketahui bahwa sarana digital berupa sosial media, marketplace hingga direktori bisnis banyak tersedia dan rata-rata gratis.

Pengrajin diharapkan berani melangkah untuk memperluas pasar dan pemasarannya melalui sarana digital. Tentu saja harus diimbangi dengan kualitas produk yang baik serta terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Kegiatan Celuk Jewelry Festival (CJF) ini sangat bagus untuk dilakukan secara rutin, karena merupakan salah satu ajang promosi. Harapannya, masyarakat setempat terutama pengrajin perak dari Celuk ini benar-benar memanfaatkannya dengan baik. Sehingga produk kerajinan perak dari Celuk bisa semakin dikenal.

What do you think?

Written by rahadi

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Tips Wisata Murah Menarik Banyak Pengunjung

HIMKI Yogyakarta Akan Membangun Klaster Usaha Kerajinan dan Mebel