in

Menebar Kebaikan Melalui Karya : Tas Rajut Berbahan Tali Kur

Tas, sebagai asesoris penunjang sangat digemari oleh kaum hawa. Selain dinikmati nilai estetikanya, juga dimanfaatkan kegunaannya sebagai fungsi praktis suatu benda. Di pasaran, beredar berbagai merk, bentuk dan model tas yang menarik minat konsumen. Baik dari model tradisional hingga modern.

Meskipun begitu, tas buatan rumahan yang satu ini tidak kalah saing dengan tas buatan pabrik. Sebut saja tas rajut berbahan tali kur, atau biasa disebut macramé. Macreme adalah kerajinan tangan yang menggunakan teknik simpul dalam mengaitkan tali.

Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan macramé adalah tali apa saja. Namun kebanyakan menggunakan tali kur karena sifatnya yang kuat, murah dan tahan lama. Jenis kerajinan ini banyak macamnya, seperti Tas, dompet, pajangan dinding, gantungan kunci dan lain sebagainya.

Tas rajut berbahan tali kur memiliki berbagai keunggulan. Yaitu tas bisa tahan lama, khualitas keawetannya juga tidak kalah dengan tas buatan pabrik. Perawatannyapun cukup mudah, Selain itu juga memiliki sisi estetika atau keindahan serta keunikan, dan pastinya dapat dibuat sesuai dengan keinginan baik bentuk, warna dan model.

Adalah Dwi Arini. Ibu rumah tangga berdomisili di Dusun Sayutan, desa Sukorejo kecamatan Kepuh Pelem Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Usaha yang ia rintis sejak 2018 lalu, bermula dari iseng-iseng ingin belajar membuat tas rajut berbahan tali kur sebagai konsumsi pribadi. Namun tanpa disangka banyak tetangga, teman maupun saudara yang berminat dengan hasil karyanya. Hingga akhirnya Arini mencoba memulai bisnis barunya. Ia diberi dukungan penuh oleh keluarganya dalam merintis bisnis kerajinan tas berbahan tali kur.

“ Semua ini berawal dari keinginan saya pribadi, sekitar 2018 yang lalu saya iseng-iseng belajar merajut tas dengan tali kur. Namun, ternyata hasil karya saya diminati oleh orang-orang terdekat. “ Jelas wanita yang tengah menjalani kesibukan sebagai ibu rumah tangga tersebut.

Arini menambahkan “ Dalam memulai usaha ini keluarga sangat mendukung. Suami saya, saat sedang di rumah mengantar saya membeli peralatan membuat tas rajut tali kur di toko. Seperti Tali kur, alat rajut hingga manik- manik hiasan tas dan keperluan lainnya. Sedangkan kedua orang tua saya, membagi tugas dengan saya saat merawat anak saya”

Untuk membuat tas  tali kur ini sebenarnya  tidak begitu rumit. Hanya saja harus dibersamai dengan kesabaran dan keuletan. Mengingat cara pembuatannya dilakukan dengan cara dirajut satu persatu. Dan tekniknya bermacam-macam.

Dalam proses pembuatan tas berbahan tai kur menghabiskan waktu sekitar Tiga sampai empat hari bahkan hingga satu Minggu. Tergantung tingkat kerumitan, bentuk dan ukuran yang dipesan oleh konsumen. Arini memanfaatkan media online mulai dari facebook, instagram dan watsapp sebagai media untuk mempromosikan hasil karyanya. Untuk hasil karyanya di instagram bisa di lihat pada akun @arini_craft_talikur. Tidak jarang, Arini mendapat pesanan dari pelanggan yang mengetahui produknya dari mulut-kemulut.

http://Dokumen%20pribadi

Dalam satu minggu Arini mampu memproduksi 2 hingga 3 buah tas rajut, tergantung bentuk tas yang dipesan. Sedangkan dompet bisa mencapai 5 sampai 6.

“ Lama pembuatan tas tergantung tingkat kerumitan dan ukuran serta motifnya, kalau ukuran tas dalam satu minggu bisa memproduksi 2 buah jika motifnya sederhana bisa sampai 3. Sedangkan untuk dompet bisa produksi 5 sampai 6, karena kita juga masih proses pembuatan inery juga”

Begitupun dalam harga, tas rajut berbahan tali kur ini cukup terjangkau. Ia menawarkan harga mulai 180.000 sampai 400.000. Sedangkan untuk dompet kisaran 80.000 sampai 150.000 Karena menyesuaiakan dengan tingkat kesulitan, lama pengerjaan dan juga banyaknya bahan yang digunakan.

Dalam menekuni usaha tas rajut berbahan tali kur, banyak suka duka yang mengiringi perjalanan Arini dalam merintis bisnis. Namun, hal tersebut bukanlah sebuah alasan bagi Arini untuk menyerah begitu saja. Arini tetap ulet menekuni usaha yang ia rintis.

Yang lebih menariknya lagi, selain ia memasarkan produk buatannya. Arini juga menyediakan kelas untuk belajar membuat kerajinan berbahan tali kur. Saat ini Arini hanya menekuni membuat tas dan dompet saja. Dan Ilmunya ia bagi kepada siapa saja yang bersedia belajar di rumahnya.

“Jika ada tetangga atau saudara yang berminat ingin belajar membuat tas tali kur, saya sangat senang hati  bila dimintai untuk mengajari. Belajarnya di rumah saya, di hari-hari tertentu mereka datang ke rumah dan kami belajar bersama-sama. Saya senang membagi ilmu kepada orang-orang”

Tak lupa Arini juga berpesan, untuk memulai sebuah usaha memang banyak sekali kendala yang datang silih berganti. Namun bukan berarti harus menyerah begitu saja. Untuk merintis sebuah usaha memang butuh ketekunan dan kesabaran. Dan alangkah baiknya, selalu menomor satukan niat menebar kebaikan kepada banyak orang agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

Newbie

Written by Karina Zujajah

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

MEMPERSIAPKAN PENSIUN

4 Kuliner khas Jawa timur bercita rasa Super pedas dan nikmat