Jenis rekaman & sudut kamera dalam Fotografi

Rumahkreative.id– Untuk memulai jenis rekaman & sudut kamera video maka anda harus menguasai cara-cara perekaman video, agar dapat menghasilkan video berkualitas dan terkesan profesional. Ada juga program editing video seperti Adobe Premiere, atau editor video lainnya hanya sebagai pendukung dari peningkatan mutu shootingan agar terlihat enak disajikan dan dilihat orang.

Jenis rekaman & sudut kamera– Ada beberapa langkah dalam Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video sebagai berikut.

Lihat dan Pahami Kamera Video dan alat -alat yang dipergunakan harus benar – benar dikuasai agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengambilan gambar nantinya .Jenis rekaman & sudut kamera yang benar dalam video dikatakan cukup Baik untuk dilihat dan disimpan jika mencukupi 4 syarat :
terdapat pencahayaan yang cukup , fokus, stabil dan durasi pas.
Jenis rekaman & sudut kamera vidio yang dapat ditototon  harus memenuhi syarat-syarat
berikut:

  1. Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.                                                                                                                 
  2. Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.                                             
  3. Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.         
  4. Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )                                                                                       
  5. Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle                                                          
  6. Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera Shot By Camera Positions : Face                                
  7.  Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot ·                                                                           
  8.  Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity

Sudut pengambilan kamera



Sudut kamera atau sering disebut sudut penempatan kamera juga berperan sangat penting dalam pembuatan sinematografi. Gimanapun juga suatu film dibuat mengunakan banyak shot yang membutuhkan penempatan kamera yang tepat di tempat yang sangat baik bagi penonton untuk melihat cerita yang ada di dalam film.
Penempatan sudut kamera juga sangat berpengaruh kepada kondisi psikologis penonton, contohnya adalah jika anda memakai High Angle – kamera lebih tinggi dari garis axis kamera,lalu penonton akan ditempatkan lebih tinggi dari subjek, ini yang membuat penonton merasa subjek menjadi sangat kecil baik secara fisik atau pun lebih bawah derajatnya didalam tatanan sosial.
Di dalam sebuah film hal seperti ini sering dipakai untuk menampilkan hal seperti pengemis, rakyat miskin dan lainya.
Berbeda dengan penggunaan Low Angle – Kamera maka akan lebih bawah dari garis aksis kamera, maka penonton akan ditempatkan lebih bawah dari subjek, hal ini yang menjadikan penonton merasakan subjek lebih tinggi baik secara fisik ataupun lebih tinggi derajatnya didalam tatanan sosial. Hal seperti ini sangat banyak anda jumpai di film untuk menampilkan tokoh raja, hakim, dan lainnya.
Lalu ada juga yang dipangil dengan Eye level – kamera karena sama dengan tingginya level subjek atau jika subjek berdiri/duduk posisi kamera pada aksis yang sama dengan posisi subjek. Bisa dibilang sebagai pandangan subjek menuju subjek lain didalam sebuah potongan tetapi bukan Point of View.

Umumnya kamera angle disahkan dalam tiga jenis yaitu:

Pengertian Angle Kamera 

Camera Angle atau dalam pengertian karya audio visual artinya yaitu Sudut pengambilan gambar yang mengharuskan tentang letak kamera berada di tempat tertentu dalam pengambil obyek. Hal ini menekankan, bahwa kamera yang dipakai dalam pengambilan obyek sunting. Shot selalu diartikan sebagai
suatu aktivitas perekaman & sudut kamera dimulai pada awalan dari menekan tombol rekam pada sebuah kamera sehingga diakhiri menghunakan stop.

Macam-macam shot kamera

SHOT ialah  sebuah aspek Pandangan pada saat anda memotret gambar.

Shot sangat jauh, memberikan bidang pandangan yang jangkauannya sangat luas, kamera mengambil sudut kamera yang sangat luas.

Shot sangat jauh, memberikan bidang pandangan yang cukup dekat jika dibandingkan dengan ELS.

Yang dapat meberikan bidang pandangan yang lumayan cukup dekat jika dibandingkan long shot,kadang-kadang obyek manusia ditampilkan mulai dari atas lutut sampai ke atas kepala.

Di posisi ini obyek bisa menjadi tambah besar dan dominan, obyek manusia digambarkan mulai dari atas pinggang sampai dengan ke atas kepala.

                        
         

Merupakan shot yang paling sering dipakai dalam televisi
Close UP Shot dekat, obyek dirubah menjadi
titik fokus utama di dalam shot ini, latar belakang terlihat sedikit . Untuk obyek manusia sering ditampilkan mulai dari wajah ke bahu sampai di atas kepala.

                     

Shot yang dapat memhasilkan bagian-bagian tertentu saja mulai dari tubuh manusia. Obyek memenuhi seluruh layar dan harus jelas detilnya.

Shot dapat menggambarkan bagian tertentu saja dari tubuh manusia. Obyek memenuhi semua layar dan harus sangat jelas .

Dasar-dasar videografi

A. Jenis rekaman & sudut kamera atau disebut (Angle) sama saja dengan Photografi, namun ada 2 hal yang perlu ditambahkan kedalam Videografi antara lain Subjective Camera Angle dan Objective Camera Angle. Pada Subjective Camera Angle Kamera diletakan di tempat seorang karakter (tokoh) yang tidak terlihat dalam layar dan ditampilkan pada tokoh dalam suatu pandangan dari sudut pandang karakter tersebut. Beda dengan Objective Camera Angle Kamera yang merekam peristiwa atau adegan dengan apa adanya.

B. Aspek Pandang / Framing serupa dengan Framing pada Photografi, semua aspek pandang yang terdapat dalam Videografi bertolak dari bidang pandang Photografi, mulai dari ELS (Extreme Long Shot) sampai ECU (Extreme Close Up).

C. Hukum Sepertiga (The Rule of Third) Begitu juga pada hal ini, prinsip Photografi selalu  dipakai kedalam Videografi.

D. Pergeseran  sebuah Kamera yang dapat memisahkan antara sebuah Photografi dengan Videografi, Videografi bisa menghasilkan gambar yang bergerak, maka untuk itu, pergeseran kamera harus sekali tersusun rapih, agar dapat menghasilkan Video yang sangat menarik.
Berikut yang merupakan istilah – istilah pergerakan yang ad
a di dalam Kamera :

E. Hal yang harus dihindari Berikut ini meruapakan cara yang anda harus jauhi dalam mengambil gambar, serta beberapa kesalahan yang ada pada videografer pemula.

Alat pendukung kamera

 

1. Tripod

Sebuah alat penyangga kamera yang terdiri dari tiga kaki.

2. Monopod

Sebuah alat penyangga kamera yang hanya mempunyai satu kaki.

3. Dolly

Alat penyangga kamera berada  diatas roda yang bisa digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4 roda.

4. Cam Crane

Sebuah alat penopang kamera bentuknya pipa panjang yang disalah satu ujungnya dapat diletakkan kamera dan ujung lainya dalat diberi pemberat.

5. Jimmy Jib

Mirip dengan Cam Crane yang diberi remote head yang dikontrol oleh operator kamera.

6. Filter

Plastic atau kaca yang diletakkan diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.

Exit mobile version