Daftar Ukuran Piston Motor Honda Yamaha Suzuki & Kawasaki

Ukuran Piston Motor pada setiap jenis kendaraan tentulah berbeda masing masing pabrikan seperti  Honda, Yamaha, Suzuki, & Kawasaki telah menetapkan ukuran yang tepat untuk tipe kendaraan yang mereka buat.

Piston atau umumnya dikenal seher oleh para teknisi bengkel merupakan salah satu suku cadang atau komponen yang sangat penting untuk mesin kendaraan bermotor.Karena fungsinya yang sangat penting untuk menghasilkan tenaga dan peforma terbaik mesin motor.

Piston berfungsi untuk mengatur volume silinder sehingga akan berpengaruh terhadap performa sepeda motor. Cara kerja piston pada mesin sangat kompleks yaitu piston begerak secara naik turun dari TMA ke TMB di dalam silinder berongga atau disebut juga liner atau boring sehingga akan menghasilkan energi kinetik.

Energi yang kinetik dihasilkan piston akan diteruskan pada noken-as untuk diolah beserta klep motor sehingga menghasilkan tenaga mesin. Sehingga untuk mendapatkan tenaga mesin yang lebih besar piston akan dimodifikasi disebut sebagai bore-up.

 

Cara Modifikasi Oversize Piston Atau Bore Up

Anjuran dari pabrikan untuk melakukan oversize hanya sampai 100 atau sebatas menambah ukuran piston motor 1 mm dari ukuran standar. Jika perubahan sudah lebih dari ukuran yang di anjurkan, maka silinder / boring harus di bore up ganti dengan yang baru (over size : 0).

Sebagai contoh, kita akan oversize Honda sonic memiliki diameter piston 58 mm. Itu artinya Honda sonic memiliki oversize 0 sebesar 58 mm. Jika piston tersebut akan di oversize menjadi lebih besar, maka teknisi akan terlebih dahulu oversize 0.25 mm

Oversize 0.25 mm sama saja dengan menambahkan ukuran diameter piston sebesar 0.25 mm. hasilnya ukuran diameter piston akan berubah menjadi 58.25 mm. Seterusnya jika akan lebih besar, dapat juga bisa melakukan oversize menjadi 0.50 mm, 1 mm, 1.25 mm, 1.5 mm, 1.75 mm, dan 2 mm.

Merubah ukuran piston motor atau oversize piston harus bertahap dari ukuran yang kecil terlebih dahulu, kemudian ditambah apabila dirasa kurang. Berikut tahapan untuk oversize piston motor, perubahan dimulai dari size 0 hingga 200 :

 

 

 

Kita harus terlebih dahulu cek ukuran standar piston motor yang akan kita ubah ukurannya agar sesuai tahapan. Untuk itu penting  mengetahui ukuran piston motor yang kita miliki. Setiap pabrikan motor dan masing masing trpe nya juga memiliki ukuran piston berbeda-beda, jadi kita wajib mengetahuinya agar tidak melakukan kesalahan saat oversize piston.

Daftar Standar Ukuran Piston Motor Pabrikan

sebelum melakukan tahap oversize mulai dari oversize 0 sampai oversize 200 pastikan kita sudah cek ukuran bawaan piston dari motor yang kita miliki.

Untuk melakukan oversize di luar anjuran pabrikan yaitu ukuran 100 maka motor harus melakukan bore up atau motor tersebut harus mengganti boring. Untuk melakukan oversize hingga ukurann 200 hanya bisa dilakukan pada tipe motor tertentu saja

Motor seperti Yamaha Mio karbu yang memiliki boring lebih tebal dibandingkan motor standar jenis lain. Namun  baiknya kita harus memperhitungkan lebih seksama kita jangan memaksakan oversize piston agar mesin tetap optimal.

Daftar ukuran standar piston motor untuk tipe sepeda motor pabrikan Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. berikut tabel ukurannya.

 

Tabel Ukuran Piston Motor Yamaha

Jenis Motor
Diameter Piston
Diameter Pen
Piston All New Yamaha NMAX 58 mm  –
Piston Yamaha Aerox 58 mm  –
Piston Yamaha Lexi 52 mm  –
Piston Yamaha FreeGo 52,4 mm  –
Piston Yamaha Fino 52,4 mm  –
Piston Yamaha Mio Z 52,4 mm  –
Piston Yamaha Mio M3 52,4 mm  –
Piston Yamaha XMAX 70 mm  –
Piston Yamaha XSR 155 58 mm  –
Piston Yamaha R15 58 mm  –
Piston Yamaha Vixion R 58 mm  –
Piston Yamaha MT-25 60 mm  –
Piston Yamaha R-25 60 mm  –
Piston Yamaha Soul GT 52,4 mm  –
Piston Yamaha MX King 150 57 mm  –
Piston Yamaha Jupiter MX 150 57 mm  –
Piston Yamaha Crypton 49 mm 13 mm
Piston Yamaha Vega 49 mm 13 mm
Piston New Vega R 51 mm 13 mm
Piston Yamaha Vega ZR 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Vega RR 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Jupiter 49 mm 13 mm
Piston Yamaha Jupiter Z 51 mm 13 mm
Piston New Jupiter Z 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Jupiter Z1 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Jupiter MX 54 mm 14 mm
Piston Yamaha Nouvo 50 mm 15 mm
Piston Yamaha Mio Sporty 50 mm 15 mm
Piston Mio Smille 50 mm 15 mm
Piston Yamaha Mio J 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Mio GT 50 mm 13 mm
Piston Yamaha Lexam 50 mm 15 mm
Piston Yamaha RX Special 54 mm
Piston Yamaha RX king 58 mm
Piston Yamaha RX Z 56 mm
Piston Yamaha Vixion 57 mm
Piston Yamaha Scorpio 70 mm
Piston Yamaha Byson 58 mm

Tabel Ukuran Piston Motor Honda

Jenis Motor
Diameter Piston
Diameter Pen
Piston Honda Beat 2020 47 mm  –
Piston Honda Genio 47 mm  –
Piston Honda ADV 150 57,3 mm  –
Piston Honda PCX 150 57,3 mm  –
Piston Honda Forza 250 68 mm  –
Piston Honda CRF 150L 57,3 mm  –
Piston Honda CBR250RR 62 mm  –
Piston Honda Monkey 52,4 mm  –
Piston Honda CRF250 Rally 76 mm  –
Piston Honda Prima 47 mm 13 mm
Piston Honda C70 47 mm 13 mm
Piston Honda Prima 50 mm 13 mm
Piston Honda Grand 50 mm 13 mm
Piston Honda Legenda 50 mm 13 mm
Piston Honda Supra 100 50 mm 13 mm
Piston Honda Supra Fit 50 mm 13 mm
Piston Honda Revo 100 50 mm 13 mm
Piston Honda Revo 110 50 mm 13 mm
Piston Honda Blade 50 mm 13 mm
Piston Honda Kirana 52,4 mm 13 mm
Piston Honda Karisma 52,4 mm 13 mm
Piston Honda CS1 58 mm 13 mm
Piston Honda Beat karbu 50 mm 13 mm
Piston Honda Beat FI 50 mm 13 mm
Piston Honda Scoopy 50 mm 13 mm
Piston Honda Spacy 50 mm 13 mm
Piston Vario 110 Karbu 50 mm 13 mm
Piston Honda Vario 125 52,4 mm 13 mm
Piston Honda Vario 150 57.3 mm 14 mm
Piston Honda PCX 125 52,4 mm 13 mm
Piston Honda CB 100 50,5 mm 14 mm
Piston Honda CB 125 56,5 mm 13 mm
Piston Honda CB 200 55,5 mm 15 mm
Piston Honda GL 100 52 mm 15 mm
Piston Honda GL max 56,5 mm 15 mm
Piston Honda megapro 63,5 mm 15 mm
Piston New megapro 57,3 mm 14 mm
Piston Honda Verza 57,3 mm 14 mm
Piston Honda Tiger 63,5 mm 15 mm
Piston Honda CB150R 63,5 mm 15 mm
Piston Honda CBR150R 63,5 mm 15 mm
Piston Honda CBR250R 76 mm
Piston Honda NSR 150 59 mm

Tabel Ukuran Piston Motor Suzuki

Jenis Motor
Diameter Piston
Diameter Pen
Piston Suzuki RC 100 52,5 mm
Piston Suzuki Crytal 54 mm
Piston Suzuki Shogun 110 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Shogun 125 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Smash 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Titan 51 mm 14 mm
Piston Suzuki Arashi 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Satria FU 62 mm 16 mm
Piston Suzuki Nex 51 mm 14 mm
Piston Suzuki Lets 51 mm 14 mm
Piston Suzuki Spin 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Skywave 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Skydrive 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Hayate 53,5 mm 14 mm
Piston Suzuki Axelo 53 mm 14 mm
Piston Suzuki Shooter 51 mm 14 mm
Piston Suzuki Inazuma 53,5 mm
Piston Thunder 125 57 mm 14 mm
Piston Thunder 250 72 mm

Tabel Ukuran Piston Motor Kawasaki

Jenis Motor
Diameter Piston
Diameter Pen
Piston Kawasaki W175 Series 65,5 mm
Piston Kawasaki W250 66 mm  –
Piston All New Kawasaki Ninja 250 62 mm  –
Piston Kawasaki Nina 250SL 72 mm  –
Piston Kawasaki KLX 230 67 mm 13 mm
Piston Kawasaki KLX230R 67 mm 13 mm
Piston Kawasaki Kaze R 53 mm 13 mm
Piston Kawasaki Blitz R 53 mm 13 mm
Piston Kawasaki Blitz Joy 56 mm 13 mm
Piston Kawasaki Edge 53 mm 13 mm
Piston Kawasaki ZX 130 53 mm 13 mm
Piston Kawasaki Athelete 56 mm 13 mm
Piston Kawasaki Ninja 150 59 mm 15 mm
Piston Kawasaki Ninja 250 62 mm 54 mm
Piston Kawasaki KLX 150 58 mm
Piston Kawasaki KLX 250 72 mm
Piston Kawasaki D-Traker 150 58 mm 14 mm
Piston Kawasaki D-Traker 250 72 mm 14 mm
Piston Kawasaki D-Traker X 72 mm 14 mm

Itulah tabel daftar ukuran piston motor standar pabrikan dari berbagai jenis motor, jadi sesuaikan dengan kebutuhan motor yang kalian miliki dan pastikan selalu memiliki perhitungan

Tips  Bore Up Aman Untuk Mesin Awet dan Tidak Jebol

Jika kalian sudah memutuskan untuk melakukan oversize  piston dan melakukan boreup Perlu banyak perhitungan yang matang, mulai perhitungan ukuran piston dan blok silinder yang digunakan juga tidak bisa sembarangan.

Agar tidak menjadi kendala di kemudian hari terutama paling parah mesin bisa jebol saat digunakan berikut beberapa tips agar mesin aman.

1. Hitung Rasio Kompresi Mesin

perhitungkan rasio kompresi mesin karena rasio kompresi mesin ini akan berkaitan dengan penggunaan bahan bakar yang digunakan.

Misalnya jika penggunaan  Pertamax atau BBM dengan oktan 92 kompresio rasio mesin dibuat 1:11 , Sedangkan penggunaan Pertalite atau BBM dengan oktan 90) dibikin rasio kompresi 1:10,5

Untuk menyesuaikan rasio kompresi mesin banyak yang bisa dilakukan, paling mudah dengan membentuk permukaan kepala piston

2. Ganti Noken As

Umumnya motor bore up punya tingkat akselerasi dan torsi yang besar di putaran mesin bagian bawah hingga menengah. Namuni, ketika memasuki putaran mesin bagian atas justru lemah atau enggak ada larinya.

Camshaft (Noken As) itu menyeleraskan antara akselerasi dengan top speed Sehingga bukaan klep menunjang debit bensin yang masuk ke ruang bakar.

3. Ganti ECU Standar

Jika kondisi ruang pembakaran sudah besar maka yang dibutuhkan adalah debit BBM yang juga besar untuk itu, jika sudah bore up mesin jangan pastikan untuk ganti ECU standar

Ini bertujuan agar maksimal dan banyaknya debit bensin yang masuk juga besar jadi penting mengganti ECU standarnya dengan yang lebih mumpuni

Diekomendasikan juga penggunaan manipulator seperti piggyback dan teman-temannya.

 

 

Exit mobile version