Pecinta otomotif tentu sudah tidak asing dengan transmisi manual. Mungkin Anda juga sudah pernah menggunakan transmisi manual saat berkendara. Bagaimana cara kerja transmisi manual hingga bisa membuat kendaraan berjalan?
Baca juga : Cara Kerja Rem Cakram Pada Sistem Kendaraan
Pengertian Apa Itu Transmisi ?
Sistem transmisi atau sistem penggerak merupakan salah satu sistem yang ada di dalam kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Transmisi ialah sistem yang fungsinya untuk mengonversi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda, kemudian diteruskan ke penggerak akhir. Konversi mengubah kecepatan putar yang lebih tinggi jadi lebih rendah namun bertenaga. Transmisi kendaraan umumnya terbagi menjadi dua, yakni transmisi manual dan transmisi ototmatis.
Transmisi manual ialah transmisi yang dipakai kendaraan bermotor yang menggunakan clutch atau kopling. Kopling tersebut dioperasikan oleh pengemudi untuk mengatur perpindahan torsi mesin serta pemindah gigi yang dioperasikan menggunakan tangan atau kaki.
Cara kerja transmisi manual memerlukan komponen meliputi unit kopling, transmisi, deferensial, poros serta roda. Seluruh komponen tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Transmisi manual memiliki beberapa tingkat kecepatan, mulai dari 4, 5, dan 6 percepatan. Pastinya kendaraan dengan 4 percepatan lebih lambat daripada kendaraan dengan 5 atau 6 kendaraan.
Fungsi Transmisi Manual
Pada dasarnya, fungsi utama dari setiap transmisi pada kendaraan bermotor adalah sama, yakni menyalurkan tenaga dari mesin ke roda-rodanya. Hal yang membedakan ialah sistem kerjanya. Berikut ini fungsi penggunaan transmisi manual pada kendaraan.
- Untuk menyalurkan tenaga atau bisa dibilang putaran mesin dari kopling ke poros propeler shaft.
- Mengubah momen yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan yang tergantung dari beban yang ditanggung mesin dan kondisi medan jalan.
- Membantu kendaraan bergerak mundur yang umumnya kondisi ini ada pada kendaraan yang memiliki lebih dari dua roda.
Beberapa Komponen Transmisi Manual
1. Transmission Case / Input Transmisi
Transmission case digunakan sebagai pelindung komponen dalam transmisi sekaligus berfungsi untuk dudukan bearing transmisi beserta poros-poros input dan outputnya. Dan juga berdungsi sebagai tempat menampung oli transmisi.
ini bertugas untuk menerima output yang dihasilkan dari unit kopling. Bisa dikatakan, komponen ini merupakan salah satu bagian dalam transmisi manual sebagai tempat berdiamnya seluruh komponen transmisi.
2.Transmission Gear / Roda Gigi Transmisi
Transmission gear bekerja untuk mengubah input yang dihadirkan dari sistem permesinan menjadi output torsi, dimana nantinya akan meninggalkan transmisi yang sesuai dengan yang dibutuhkan kendaraan.
3. Synchronizer / Gigi Penyesuai
Komponen yang satu ini adalah media untuk melengkapi atau membantu pemindahan kecepatan ketika dalam kondisi putaran super tinggi. Dengan adanya gigi ini, maka dipastikan akan membuat kinerja transmisi manual jadi semakin ringan.
4. Gear Shift Lever + Shift Fork
Gear shift lever lebih dikenal dengan sebutan tuas pemindah persneling dan shift fork biasa disebut garpu pemindah. Komponen transmisi tersebut sangat penting fungsinya, yakni sebagai alat untuk menggerakkan maupun mengoperasikan sistem transmisi yang dilakukan oleh pengemudi.
5. Reverse Gear
Reverse gear bertugas mengubah arah dari putaran output shaft, sehingga akan membuat kendaraan dapat berjalan mundur jika dibutuhkan. Fungsi ini cukup penting keberadaannya, terutama saat memarkirkan kendaraan.
6. Hub Sleeve
Komponen pada transmisi manual ini bertugas sebagai pengunci penyesuaian yang terjadi dengan gigi percepatan, sehingga akan memungkinkan output shaft bisa berputar dan berhenti.
7. Main Bearing + Output Shaft
Main Bearing berfungsi sebagai bantalan dari output shaft. Sementara itu, output shaft berfungsi untuk menutup dudukan tongkat persneling.
Jenis-jenis komponen transimisi manual di atas sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan. oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya selalu memastikan kelengkapan ke-tujuh komponen transmisi manual tersusun rapi agar saling terhubung satu sama lain dan menjalankan fungsinya dengan baik.
Bagaimana Cara Kerja Transmisi Manual
Cara kerja transmisi manual ketika dalam kondisi netral (N), maka mesin tidak akan disalurkan pada poros output. Hal tersebut karena synchronizer dalam kondisi bebas, tak sedang terhubung dengan roda gigi tingkat.
Saat tuas transmisi ditekan, maka secara otomatis pemindah gigi akan berputar bersamaan dengan pemutar shift drum yang mengaitkan dan melakukan dorongan shift drum sampai kondisi berputar.
Kemudian, shift drum tadi akan terpasang dengan garpu pemilih gigi yang telah diberi pin. Pin ini nantinya melakukan penguncian pada garpu pemilih pada bagian ulirnya.
Garpu pemilih gigi yang terhubung dengan gigi geser atau sliding gear tadi akan bergerak ke kanan atau ke kiri. Gerakannya mengikuti kemana langkah dari gerak garpu pemilih gigi. Tiap gerakan pada gigi geser nantinya akan mengunci pada gigi kecepatan yang disesuaikan dengan sektor poros tempat gigi tersebut berada.
Cara kerja transmisi manual selanjutnya yakni gigi kecepatan (1 – 4 percepatan) akan bebas berputar pada tiap porosnya. Contohnya, ketika gigi masuk saat sepeda motor dikendarai, kondisi tersebut merupakan proses penguncian gigi kecepatan yang dikaitkan pada poros tempat gigi tersebut berada dalam proses penguncian.
Cara tepat merawat komponen tansmisi manual pada kendaraan
Merawat transmisi manual pada kendaraan bisa dilakukan sendiri. Namun karena padatnya kegiatan membuat kita tidak memiliki waktu merawatnya dan menyerahkan perawatan pada layanan servis. Hal ini tidak salah kok. Sah-sah saja.
Agar perawatan kendaraan tetap terjaga, berikut ini adalah hal-hal penting yang bisa dilakukan untuk merawat transmisi manual pada kendaraan agar awet :
1.Pilih oli transmisi yang berkhualitas baik.
Untuk mempercepat serta memperhalus pengoperasian pada transmisi manual mobil Anda, sebaiknya pilihlah tipe oli yang berkhualitas. Pilihlah oli yang tahan panas, di mana penyusupan oli itu ke tiap-tiap sisi di transmisi Anda akan menjadi lebih cepat, dan juga dapat memberikan proteksi pada transmisi Anda menjadi lebih maksimal. Apabila perawatan transmisi mobil manual kurang maka dapat menyebabkan kebocoran sehingga membuat oli transmisi menjadi lebih cepat kering.
2. Mengganti Oli Transmisi Secara Berkala
Agar transmisi pada kendaraan tetap awet atau bisa dibilang panjang umur, maka pastikan anda melakukan perawatan oli yang tepat secara verkala dan teratur.Karena Khualitas oli yang dipakai berpengaruh terhadap kinerja mesin.
3. Menggunakan Suku Cadang Berkualitas
Untuk perawatan kendaraan, sebaiknya perhatikan juga tempat atau suku cadang yang anda pilih untuk perawatan kendaraan anda. khususnya untuk transmisi manual kendaraan. Jika anda memilih suku cadang yang berkhualitas dengan harga yang sedikit mahal, pemakaian suku cadang asli dapat mengurangi kerusakan pada mesin. karena sudah terjamin usai melewati percobaan dan uji kelayakan. Oleh karena itu, jangan tergiur oleh harga miring atau murah untuk urusan perawatan kendaraan.
Itu dia ulasan cara kerja transmisi manual yang bisa menambah wawasan di bidang otomotif. Mungkin cara kerja transmisi manual tersebut cukup rumit dipahami. Namun dengan mengetahui hal tersebut, Anda bisa jadi lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan bertransmisi manual. Mengingat kinerjanya yang relatif cukup rumit guna mencegah terjadinya kerusakan.








