Menginjak di usia 20 tahun pasti kamu sering sekali mengeluh. Kamu kaget dengan hal-hal baru yang kamu hadapi dan mengundang banyak tanda tanya. Mengenai persoalan hidup, tujuan hidup, jodoh, keuangan dan kemanakah setelah ini kamu akan melangkah. Itu memang hal wajar. Kamu jangan terlalu bersusah hati. Perasaan yang kamu rasakan itu biasa dinamai a Quarter Life Crisis.
Apa itu Quarter Life Crisis?
Yaitu sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah keadaan, fase kehidupan yang membuat kita sering dilanda keraguan dalam memustuskan suatu persoalan. Dimana persoalan tersebut akan memberikan dampak besar untuk hari-hari kita berikutnya. Seperti kerja dimana?, berapa gajinya?, apa pekerjaannya?, cocok apa enggak kira-kira kamu dengan pekerjaan yang kamu pilih ? dan sebagainya. seringnya keadaan ini dihadapi oleh mereka yang menginjak usia 20-30’an. Ini merupakan kondisi yang wajar, dan hampir semua orang mengalaminya. Tapi, sebaiknya jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Berikut ini adalah deretan tips yang perlu kamu laksanakan untuk tetap tangguh menghadapi fase Quarter Life Krisis yang setiap malam membuat tidurmu kurang nyaman :
1. Nikmati prosesnya

Fase yang kamu hadapi saat ini tidaklah berlangsung lama. Nikmati saja dengan caramu. Jangan dibikin sedih berkepanjangan. Jika ternyata diusia 20 tahun ke atas ini kamu berkali-kali menemui sebuah kegagalan. Ya sudah diterima saja, dan bseok berusaha lagi. Nikmati waktumu dengan orang-orang tersayang. Karena mereka adalah sumber semangatmu.
2. Jangan sedih berkepanjangan

Saat menghadapi banyak keraguan dalam hidup, sebaiknya bersedih terus menerus bukanlah satu cara tepat yang diambil. Bagaimana tidak? saat banyak hal yang harus segera kamu pilih dengan pertimbangan matang, justru kamu membuangnya secara sia-sia. Waktu dan tenagamu terbuang sia-sia untuk bersusah hati dan menutup diri. Selain kamu sendiri yang merugi, kamu juga dapat beresiko didatangi gangguan psikis yang akan memperkeruh keadaan.
3. Isi harimu dengan banyak hal yang bermanfaat

Ketimbang membuang waktu untuk rebahan dan bersedih-sedih ria. Lebih baik isi hari-harimu dengan hal-hal yang bermanfaat. Jika memiliki hobi, tekuni saja. Siapa tahu, hobimu menjadi perantara untuk kesuksesanmu.
4. Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain

Ketahuilah, bahwa bunga mekar tidaklah bisa mekar secara bersamaan. Begitupun masa jayamu dengan kawan-kawanmu. Pastinya juga berbeda jauh.
Di saat mereka yang menginjak usia sama denganmu sudah bisa mencapai banyak pencapaian, lulus kuliah tepat waktu, menikah muda dengan kekasih hati, diterima di tempat kerja impian sedangkan kamu masih gini-gini saja. Bukan berarti kamu harus dibuat kecewa dengan dirimu sendiri. Hingga kamu membenci diri sendiri dan berputus asa.
Membandingkan diri sendiri dengan orang lain sebenarnya boleh, namun hanya diperbolehkan untuk kamu yang memiliki mental kuat. Masa semakin terpacu semangatnya untuk bisa menjadi yang lebih baik dari perolehan orang lain. Namun untuk kamu yang melihat orang lain sedikit saja bahagia dengan kesuksesannya langsung dwon dan pesimis, lebih baik hindari saja.
5. Motivasi diri sendiri dan usahakan selalu berpikir positif
Saat menginjak usia 20 tahun ke atas. Kamu sudah bukan lagi saatnya merengek dan sambat kepada kedua orang tuamu. Justru itu akan menjadi beban untuk mereka. Juga bukan saatnya bergantung kepada sahabat-sahabatmu. Karena mereka sendiri juga melalui fase yang sama beratnya sepertimu.
Kamu harus mandiri. Satu-satunya yang bisa membangkitkan semangatmu, membuatmu sedikit tegar dan tidak rapuh adalah dirimu sendiri. Itu sebabnya, sudah tidak ada saatnya membuang waktu membohongi diri sendiri. Dengarkan kata hatimu yang paling dalam. Berdamailah dengan diri sendiri dan bersiaplah menata kekuatan untuk bekerja keras lagi.
Itulah sahabat Rekreattive cara bijak mengatasi fase Quarter Life Crisis. Hidup ini terlalu sayang jika kamu habiskan dengan bersedih-sedih terus. Sudahi semua kesedihan dan keraguan. Kuatkan tekat, selamat menjemput kesuksesan.









