9 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Menstimulasinya

Setiap anak terlahir dengan kelebihan yang berbeda-beda. Ini artinya tidak ada yang namanya anak bodoh. Melainkan, kelebihan yang dimiliki satu anak dengan anak yang lain itu tidak sama. Dalam ulasan ini, Rekreartive akan menyajikan mengenai apa itu kecerdasan? ada berapa macam jenisnya? bagaimana cara mengembangkannya dan lain sebagainya. Yuk simak !

Pengertian Kecerdasan  Menurut Para Ahli

Sebelum membahas mengenai jenis-jenis kecerdasan ada baiknya kita bahas terlebih dahulu, mengenai apa itu kecerdasan. Berikut ini adalah pengertian kecerdasan menurut para ahli :
Kecerdasan sendiri berasal dari kata cerdas yang berarti pintar dan cerdik, cepat tanggap dalam menghadapi masalah dan cepat mengerti jika mendengar keterangan.

Kecerdasan atau intelligence berasal dari bahasa Latin, intelligere yang diturunkan dari interlegere yang berarti cerdas atau tajam. Bentuk lain adalah intellectus yang berarti lebih teknis, yaitu pemahaman dan merupakan terjemahan dari istilah nous dari bahasa Yunani.

Dapat disimpulkan dari berbagai macam pengertian kecerdasan menurut para ahli, kecerdasan adalah suatu kemampuan yang dimiliki individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

Mengenal 9 Jenis Kecerdasan dan Cara Mengembangkannya

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak, atau disebut dengan kecerdasan majemuk. Kecerdasan majemuk merupakan teori yang dikemukakan oleh  Howard Gardner, seorang psikolog kognitif Universitas Harvard. Menurut Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya.

Howard Gardner memaparkan bahwa jenis kecerdasan pada anak ada 8 jenis. diantaranya adalah
word smart (kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart  (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), musik smart (kecerdasan musikal), picture smart (kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis).

Nah, dalam ulasan artikel ini, Rekreartive akan menyajikan 9 jenis kecerdasan anak dan bagaimana cara mengembangkannya. Penasaran seperti apa? Yuk simak.

Word smart

word smart (kecerdasan linguistik)

Yang pertama adalah Word smart (kecerdasan linguistik) . Word smart (kecerdasan linguistik) merupakan jenis kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa yang baik, baik dalam segi tulisan maupun segi pelafalan saat berkomunikasi.

Jenis kecerdasan ini dapat dilihat dari keseharian anak, seperti anak suka membava, cepat mengeja kata dengan baik, suka menulis, mendengarkan cerita bahkan memperlajari bahasa asing.

Cara menstimulus agar kecerdasan linguistik yang di miliki anak dapat berkembang, hal pertama yang perlu orang tua lakukan adalah mengenali jenis “hal-hal” yang disukai pada anak. Misalnya saja jika buah hati menyukai membaca buku cerita. Orang tua bisa mendukungnya dengan memberikan beragam buku cerita, kertas untuk menulis dan lain sebagainya. Yang lebih penting lagi, sebaiknya orang tua menemani buah hati saat membaca cerita, membacakan dongeng, membaca bersama ,mengajaknya berbicara, dan lain sebagainya.

Number smart (kecerdasan logika atau matematis)

Kecerdasan Matematis

Tanda yang bisa dilihat jika sibuah hati memiliki kecerdasan jenis ini adalah dengan ditandai ketika anak tertarik dengan angka-angka, menyukai matermatika, berhitung dan hal-hal yang berbau sains maupun berhubungan dengan logika.

Orang tua bisa mengasah kecerdasan jenis ini dengan memberikan anak alat-alat berhitung yang menarik dan edukatif, seperti balok bertulisan angka-angka, puzzle, timbangan mainan, dan lain sebagainya.

Bisa juga dilakukan dengan memberikan buku cerita yang berisi tentang mengenal hal-hal yang berbau sains, misalnya seperti buku-buku tentang planet, hewan, tumbuhan dan masih banyak lagi. Jangan lupa selalu mendampingi anak saat bermain, sembari memberikan pertanyaan ringan kepada buah hati tentang alam sekitar.

Self smart  (kecerdasan intrapersonal)

Kecerdasan interpersonal

Jenis kecerdasan ini biasanya ditandai dengan kebiasaan buah hati yang sering atau bahkan cenderung lebih suka bermain sendiri. Meski begitu, ia juga tetap bisa mengatur emosinya dengan baik. Anak yang memiliki tipe kecerdasan ini, biasanya memiliki ambisi atau tekat besar dalam menggapai keinginannya saat besar nanti. Dengan begitu, hebatnya ia memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga tampil menjadi pribadi yang selalu optimis.

Jika orang tua, menemukan tanda kecerdasan ini pada buah hati bisa kok orang tua memberikan dukungan dengan cara menyediakan fasilitas yang memadai bagi buah hati. Misalnya seperti menyediakan tempat yang nyaman untuk bermain sendiri, menyediakan mainan yang edukatif sehingga bisa mengasah bakat anak. Dan bisa juga didukung dengan mendampingi buah hati saat bermain, dan melatihnya menjadi pribadi yang terbuka seperti mengajaknya berbicara dan mengungkapkan pendapatnya tentang banyak hal.

Baca Juga  : Rekomendasi Cahnnel YouTube Untuk Kamu Yang Ingin Belajar Hand Lattering

People smart (kecerdasan interpersonal)

People smart (kecerdasan interpersonal)

Nah tipe kecerdasan ini berbanding terbalik dengan kecerdasan self smart. Jika kecerdasan self smart ditandai dengan kebiasaan anak yang cenderung lebih menyukai melakukan aktivitas seorang diri.Kecerdasan people smart justru sebaliknya.

Yap benar. Ditandai dengan kesukaan anak yang lebih memilih bermanin dengan banyak orang. Dia lebih terbuka dan mudah menaruh empati dan perasaan orang lain. Sifat lain yang menonjol ditunjukkan dengan pribadinya yang cenderung memimpin saat bermain.

Anak seperti ini sangat cocok diberikan kostum-kostum untuk bermain drama atau teater boneka. Orangtua bisa mengajak mereka bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.

Music smart (kecerdasan musikal)

Music smart (kecerdasan musikal)

Jenis kecerdasan musikal, bisa dilihat dari ciri-ciri anak yang menyukai seni musik, baik menyanyi, ngedance/menari saat mendengar suara musik diputar, mudah menghafal lagu dan sesekali menyayikannya serta gemar memainkan alat musik baik drum, gitar, piano dan sejenisnya.

Untuk menstimulasi buah hati agar mengembangkan jenis kecerdasan yang ia miliki, sebaiknya orang tua memfasilitasi anak dengan beragam jenis alat musik yang disukai si kecil.

Baik piano, drum kecil, pianika dan  lain sebagainya. Sesekali boleh sekali, orang tua menemani anak menari, menyanyi atau bermain musik. Dan lebih pentingnya lagi, selalu beri reward yah, agar buah hati semakin semangat dan menyukainya.

Pictue smart (kecerdasan spasial)

Pictue smart (kecerdasan spasial)

Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya dapat dilihat dari kesukaannya tentang hal-hal yang berbau seni, misalnya seperti menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai, suka berimajinasi, hingga suka bermain-main membangun sesuatu menggunaan balok.

Untuk mengembangkan kecerdasan jenis Pictue smart, orang tua bisa menyediakan berbagai peralatan menggambar dan melukis yang sesuai dengan usia anak. Misalnya seperti krayon, kertas menggambar, pensil warna, kamera mainan dan lain sebagainya.

Temani buah hati ketika ia melakukan hal-hal yang ia sukai, seperti menggambar dan mewarnai. Sesekali, ada baiknya orang tua mengarahkan buah hati, memilih warna yang tepat untuk jenis gambar yang ia warnai, teknik dasar menggambar, menunjukkan beragam contoh karya seni lukis dan gambar yang menarik di handphone/ipad atau bisa juga dengan mengajak buah hati mengunjungi pameran seni lukis.  Dengan begitu, bisa jadi kecintaan anak dalam seni gambar dan sebagainya bisa berkembang.

Body Smart (kecerdasan kinetik)

Body Smart (kecerdasan kinetik)

Anak yang memiliki kecerdasan body smart sangat aktif, seperti suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya. Untuk mendukung kecerdasannya, berikan anak mainan balok-balok kayu, kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah -rumahan. Bisa juga memberikan anak tali untuk bermain lompat tali. Anak seperti ini sangat senang diajak berolahtaga bersama keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater.

 

Baca juga : 10 Tips Membuat Judul Artikel Menarik Bagi Penulis Pemula

Nature smart

Nature smart (kecerdasan naturalis)

 

Anak- anak yang memiliki kecerdasan natuaralis dapat dilihat dengan ciri-cirinya yang menyukai alam. Ia suka bermain dengan binatang, tumbuhan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Orang tua dapat mengembangkannya dengan menyediakan wahana belajar dengan alam untuk buah hati. Seperti memberikan aquarium pada anak, kebun mini lengkap dengan tanaman dan peralatan berkebun, atau bisa juga dengan menyediakan buku bacaan dengan tema lingkungan alam sekitar yang berisi jenis-jenis tumbuhan dan hewan.

 

Kecerdasan moral / MQ (Moral Quotient)

Kecerdasan moral / MQ (Moral Quotient)

Yang terakhir adalah kecerdasan moral.  Yaitu kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di lingkungan, mengetahui apa yang baik dan buruk untuk dilakukan.

Definisi cerdas sudah berkembang pesat. Patokan kecerdasan seseorang tak lagi dilihat dari IQ (Intellegence Quotient) semata, tetapi telah merambah ke EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), hingga CQ (Creativity Quotient).

Jenis kecerdasan ini adalah kecerdasan yang banyak dibahas para ahli untuk melengkapi teori kecerdasan Gardner. Yaitu, kecerdasan moral.

Michele Borba, Ed.D, dalam bukunya Building Moral Intelligence, mendefinisikan kecerdasan moral sebagai kemampuan untuk memahami benar dan salah, serta  pendirian yang kuat untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan norma moral

Bila dikaitkan dengan 8 jenis kecerdasan yang sudah disebutkan di atas tadi, jenis kecerdasan moral dapat dimasukkan dengan kecerdasan interpersonal.

Itulah sahabat Rekreartive, deretan informasi mengenai jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki setiap anak. Dapat disimpulkan bahwa setiap anak terlahi dengan kelebihan masing-masing yah sahabat Rekreartive. Jika anak tidak pandai berhitung, bukan berarti ia bodoh, melainkan justru ia memiliki kelebihan di bidang lain sesuai kecerdasan bawaan yang dimilikinya.

Exit mobile version