Kendari tidak hanya terkenal sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara, tetapi juga sebagai rumah bagi ragam budaya yang hidup dalam bentuk kuliner dan kerajinan tangan. Setiap wisatawan yang pulang dari sini selalu membawa cerita, dan salah satu cara terbaik untuk menyimpannya adalah melalui oleh oleh Kendari yang punya rasa unik dan nilai tradisi yang kuat. Tidak sekadar buah tangan, produk khas ini menyimpan jejak sejarah masyarakat pesisir yang kaya akan kreativitas.
Banyak traveler bingung memilih makanan khas Kendari dan kerajinan lokal karena pilihannya begitu banyak dan masing-masing memiliki karakter tersendiri. Ada yang tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh seperti bagea sagu, ada pula kerajinan Kendari yang dibuat secara manual oleh tangan-tangan terampil pengrajin perak. Memahami perbedaan ini dapat membantu wisatawan memilih oleh-oleh yang tepat, berguna, dan bernilai budaya.
Ragam Oleh-Oleh Khas Kendari
Mengunjungi Kendari terasa kurang lengkap tanpa membawa pulang buah tangan yang mewakili karakter budaya pesisirnya. Di kota ini, oleh oleh Kendari tidak hanya berupa makanan, tetapi juga kerajinan lokal yang memiliki nilai seni tinggi. Setiap produk dirancang dengan detail dan dipengaruhi tradisi masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut, hutan, dan bahan alam.
Kerajinan Perak Kendari
Kerajinan perak menjadi ikon utama dari kerajinan Kendari, karena proses pembuatannya masih memanfaatkan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun. Produk seperti cincin, gelang, bros, hingga hiasan berbentuk fauna laut dibuat menggunakan sentuhan manual, sehingga tiap karya bersifat “unik” dan tidak ada yang benar-benar sama. Inilah alasan kenapa perak Kendari sering dijadikan oleh-oleh eksklusif bagi kolektor seni atau pencinta aksesoris etnik.
Selain bernilai estetika, kerajinan perak memiliki daya tahan tinggi sehingga cocok sebagai oleh-oleh jangka panjang. Banyak wisatawan memilihnya karena produk ini merepresentasikan keharmonisan masyarakat pesisir yang kreatif dan teliti dalam mengolah logam mulia. Membawanya pulang berarti turut memajukan ekonomi lokal yang bertumpu pada usaha kecil pengrajin.
Kain Tenun Tradisional
Jika Anda mencari oleh-oleh yang melekat pada identitas budaya Kendari, kain tenun bisa menjadi pilihan terbaik. Motifnya terinspirasi dari alam seperti ombak, daun, hingga burung khas Sulawesi, membuat kain ini tampak elegan baik sebagai pakaian, selendang, maupun aksesori. Dalam konteks oleh oleh Kendari, tenun tradisional bukan hanya produk fesyen, tetapi juga simbol status budaya daerah.
Pembuatan kain tenun biasanya membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, tergantung tingkat kerumitan motif. Proses detail inilah yang membuat tenun tradisional bernilai tinggi dan layak dijadikan buah tangan yang bermakna. Ketika dibawa pulang, kain ini dapat menjadi hadiah yang mencerminkan penghargaan terhadap budaya lokal.
Dekorasi Rumah
Selain fesyen dan aksesoris, wisatawan juga bisa menemukan beragam pernak-pernik dekoratif bernuansa etnik. Produk dekorasi rumah dari Kendari biasanya dibuat dari kayu, rotan, kerang laut, hingga batu alam yang banyak ditemukan di pesisir. Produk seperti lampu gantung mini, pajangan ukir, hingga hiasan meja menjadi pilihan menarik untuk mempercantik ruangan.
Oleh-Oleh Makanan dan Minuman Khas Kendari
Selain kerajinan yang memiliki nilai budaya, Kendari juga dikenal dengan kuliner pesisir yang kaya rasa dan terbuat dari bahan lokal, terutama sagu dan hasil laut. Banyak wisatawan memilih **makanan khas Kendari** karena rasanya yang otentik, teksturnya unik, serta daya simpan yang cocok sebagai oleh-oleh jarak jauh. Kuliner tradisional ini bukan sekadar camilan, tetapi cerminan identitas masyarakat Sulawesi Tenggara yang bergantung pada laut dan hutan sagu.
Bagea
Bagea adalah pilihan pertama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh praktis dan tahan lama. Kue ini dibuat dari tepung sagu, kacang tanah, dan rempah ringan yang menciptakan rasa gurih manis saat digigit. Teksturnya padat dan sedikit keras di luar, namun aromanya khas dan sering disantap dengan teh atau kopi hangat.
Sebagai **oleh oleh Kendari**, bagea sangat populer karena dikemas rapi, ringan, dan bisa bertahan berminggu-minggu tanpa pengawet. Ini menjadikannya solusi tepat untuk traveler yang bepergian jauh. Selain itu, keberadaan sagu pada kue ini merepresentasikan identitas pangan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara.
Abon Ikan Marlin
Jika mencari oleh-oleh gurih berbahan laut, abon ikan marlin adalah pilihan yang wajib dibawa pulang. Marlin merupakan ikan berukuran besar dengan daging padat dan rasa khas, sehingga teksturnya lebih kering dan gurih saat diolah menjadi abon. Perbedaan ini membuat abon marlin lebih istimewa dibanding abon ikan lain seperti tuna atau cakalang.
Abon marlin biasanya dikemas dalam toples atau plastik vakum sehingga praktis dan aman untuk perjalanan jauh. Produk ini menjadi favorit **makanan khas Kendari** karena cocok sebagai lauk cepat saji dan bisa bertahan lama. Di beberapa tempat, abon marlin juga tersedia dalam varian pedas yang semakin diminati wisatawan muda.
Sarabba
Sarabba dikenal sebagai minuman tradisional penghangat tubuh yang berasal dari campuran jahe, santan, gula merah, dan kadang ditambah kuning telur. Minuman ini semakin disukai wisatawan karena aromanya kuat dan memberikan sensasi hangat menyeluruh saat diminum. Sarabba dikemas dalam botol instan, sehingga mudah dibawa sebagai buah tangan.
Dalam konteks **oleh oleh Kendari**, sarabba bukan hanya minuman, tetapi simbol keramahan khas masyarakat timur yang menyajikannya ketika menyambut tamu. Banyak wisatawan membawa pulang sarabba untuk dinikmati saat cuaca dingin atau sebagai hadiah bagi keluarga. Rasanya yang kaya rempah juga memberi pengalaman kuliner yang berbeda dari minuman biasa.
Sinonggi Instan
Sinonggi adalah makanan khas suku Tolaki yang terbuat dari olahan sagu berbentuk kenyal dan dikonsumsi dengan kuah ikan pedas. Biasanya, makanan ini disantap langsung di Kendari karena penyajiannya harus dalam keadaan hangat. Namun kini tersedia **sinonggi instan**, sehingga wisatawan bisa membawa pulang versi yang lebih praktis.
Dengan bentuk bubuk sagu siap masak, sinonggi instan memungkinkan wisatawan merasakan pengalaman kuliner tradisional di rumah. Produk ini umumnya dikemas dalam ukuran kecil hingga keluarga, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh unik. Saat disajikan, sinonggi memberikan pengalaman interaktif karena proses pencampuran kuah dan olahan sagu dilakukan langsung di meja makan.
Rekomendasi Lokasi Berburu Oleh-Oleh Kendari
Berburu oleh-oleh di Kendari tidak sekadar membeli barang, tetapi juga merasakan atmosfer pasar, berbincang dengan pengrajin, dan memilih produk yang tepat langsung dari sumbernya. Kota ini memiliki beberapa titik belanja strategis yang menyediakan oleh oleh Kendari, mulai dari makanan khas hingga kerajinan perak dan kain tenun. Dengan mengetahui lokasi yang tepat, wisatawan bisa menghemat waktu dan mendapatkan produk asli dengan harga yang lebih masuk akal.
Toko Athifah
Athifah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan karena menyediakan hampir semua jenis oleh-oleh dalam satu lokasi. Mulai dari bagea sagu, abon ikan marlin, kerajinan, hingga kain tenun bisa ditemukan di sini dengan pilihan kemasan praktis. Lokasinya berada di Jl. H. Supu Yusuf No. 22, Kadia, Kota Kendari, dan buka setiap hari dari pagi hingga malam, sehingga cocok untuk traveler yang memiliki waktu terbatas.
Kelebihan Athifah adalah kualitas produknya yang sudah terkurasi sehingga pembeli tidak perlu ragu soal keaslian barang. Tersedia juga nomor kontak 0852-5610-7272 jika pengunjung ingin mengecek ketersediaan stok sebelum datang. Tempat ini sangat tepat bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh tanpa harus berkeliling terlalu banyak.
Bravo Oleh-Oleh Kendari
Bravo cocok untuk wisatawan yang ingin belanja cepat dengan pilihan makanan khas Kendari yang lebih beragam. Lokasinya berada di Jl. Syech Yusuf No. 12A, Korumba, Mandonga, dan tersedia beberapa cabang lainnya di kawasan Kadia. Toko ini unggul dalam koleksi abon marlin, mete kacang campur, dan aneka kue tradisional yang dikemas siap bawa pulang.
Dengan jam operasional yang cukup panjang, Bravo mampu melayani pengunjung yang datang di penghujung perjalanan liburan. Produk makanan di sini terkenal memiliki standar kemasan modern, sehingga aman dibawa bahkan ke luar pulau. Untuk wisatawan muda yang suka praktis, Bravo menjadi pilihan yang ideal.
Pesona Bumi Anoa
Jika ingin mencari oleh-oleh selain makanan, Pesona Bumi Anoa bisa menjadi tujuan utama. Terletak di Jl. Sorumba No. 55A, Wowawanggu, Kadia, tempat ini dikenal sebagai pusat kerajinan dan kain tenun lengkap di Kendari. Pengunjung bisa menemukan tenun Tolaki, aksesoris etnik, pernak-pernik hiasan rumah, hingga produk bambu dan rotan.
Tempat yang lebih luas ini memberikan pengalaman memilih barang dengan lebih santai tanpa terburu-buru. Kerajinannya dikurasi dari beberapa pengrajin lokal sehingga kualitasnya terjaga. Jika ingin membawa pulang kenangan budaya dalam bentuk benda, bukan makanan, maka Pesona Bumi Anoa adalah destinasi terbaik.
Penutup
Setiap kunjungan ke Kendari selalu meninggalkan jejak rasa, tekstur, dan cerita yang tidak bisa digantikan dengan foto semata. Membawa pulang oleh oleh Kendari, baik berupa makanan khas seperti bagea dan abon marlin, maupun kerajinan perak dan tenun tradisional, berarti turut menyelamatkan warisan budaya yang sudah ada sejak turun-temurun. Pilihan oleh-oleh yang tepat bukan hanya memanjakan lidah atau mempercantik rumah, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.
Dengan memahami karakter setiap produk, cara memilihnya, hingga mengetahui tempat terbaik untuk membelinya, wisatawan dapat berbelanja lebih bijak dan tidak hanya ikut tren belanja cepat. Setiap bungkus bagea, setiap helai tenun, hingga setiap kilauan perak membawa cerita dari pesisir Sulawesi Tenggara yang kaya tradisi. Ketika cerita itu dibawa pulang, maka perjalanan Anda ke Kendari tidak selesai di bandara atau pelabuhan, melainkan terus hidup melalui rasa, warna, dan makna budaya.








